Gaya Hidup

Berpenghasilan Besar Tapi Masih Tetap Miskin? Barangkali Anda Melakukan 7 Kesalahan Ini

Kaya atau miskin bisa jadi sesuatu yang relatif dan tidak hanya diukur dari besarnya gaji atau lamanya bekerja. Ada orang yang pendapatannya kecil namun mampu hidup berkecukupan. Tapi ada pula yang gaji tinggi, namun selalu kekurangan.

Menurut survei, sebagian besar pekerja di kota besar semacam Jakarta kehabisan uang di pertengahan bulan. Kebanyakan dari mereka juga tidak tahu ke mana uang tersebut digunakan. Padahal, gaji mereka sudah tergolong tinggi dan lebih besar dibanding orang lain.

Baca: Terungkap, Seperti Inilah Gaya Belanja Bulanan Orang Indonesia

Dikutip hipwee, Geulis.net mencoba menelaah penyebab habisnya uang di tengah bulan meski bergaji tinggi dan sudah lama bekerja.

Simak penjelasan berikut ini:

1.Tak ada rencana masa depan

merencanakan masa depan

Seseorang yang tidak punya rencana masa depan cenderung boros menggunakan uang. Mereka tidak punya catatan pengeluaran yang dibeli setiap bulannya.

Mereka tidak punya rencana hidup baik sekarang ataupun masa depan. Tidak heran kalau kemudian mereka juga tidak bisa mengatur keuangan. Kemudian hal ini juga yang menyebabkan keteteran setiap bulan.

2.Gaya hidup tak sesuai gaji

belanja

Perasaan miskin kerap muncul ketika Anda tidak bisa menilai diri sendiri. Gaya hidup mengikuti orang lain, padahal pendapatan Anda berbeda dengan mereka. Gaji Rp 5 juta tapi gaya hidup seperti bergaji Rp 10 juta.

Kalau dipikirkan lagi, gaji Rp 5 juta sebenarnya sudah cukup tinggi bagi orang yang di bawah. Jangan berharap kaya dan bisa menyimpan uang jika Anda belum bisa menyesuaikan gaya hidup dengan pendapatan.

3.Tak tahu prioritas

hitung pengeluaran

Prioritas sangat penting untuk menjadi kaya. Meski gaji besar tapi tidak tahu prioritas maka Anda akan keteteran setiap bulannya.

Saat Anda ingin membeli sesuatu, bukan berarti harus dibeli saat itu juga. Utamakan untuk hal yang benar-benar penting, sementara yang lain masih bisa menunggu. Anda harus bisa membedakan mana yang prioritas mana yang tidak.

4.Suka membeli barang tidak perlu

belanja tak perlu

Soal buta prioritas akan berdampak pada barang belanjaan Anda. Anda akan sering membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Misalnya membeli ponsel baru, bisa saja hal ini dilakukan karena hanya ingin mengikuti teman.

Anda merasa butuh, padahal itu hanya keinginan. Akibatnya, kebutuhan yang benar diperlukan akan terabaikan. Itulah penyebab gaji Anda besar tapi Anda masih merasa kekurangan.

5.Tak punya tabungan

tak punya tabungan

Hal yang membuat Anda merasa miskin adalah karena uang selalu menipis di pertengahan bulan. Anda tidak punya uang meski sudah lama bekerja dengan gaji yang tinggi.

Mungkin Anda berpikir kalau menabung bukan hal yang harus dilakukan sekarang. Tapi, sebenarnya inilah yang membuat Anda selalu miskin. Bekerja tidak meninggalkan ‘bekas’ seperti tabungan.

6.Remehkan catatan pengeluaran

Catatan pengeluaran sering dianggap remeh oleh beberapa orang. Sebagian mereka menganggap catatan pengeluaran adalah hal yang tidak perlukan. Akibatnya, di pertengahan bulan Anda akan keteteran masalah keuangan.

Efek jangka panjang hal ini akan membuat Anda sulit menabung. Anda tidak tahu mana pengeluaran yang perlu dan tidak perlu.

7.Menggampangkan utang

pinjam uang

Mudah berutang juga menjadi salah satu penyebab Anda sulit kaya. Gaji yang tidak cukup ditutup dengan utang dan berpikir kalau gaji bulan depan bisa melunasi utang tersebut.

Sekali dua kali Anda mencoba utang maka Anda akan hidup gali lobang tutup lobang. Lebih parahnya lagi, Anda bisa berutang dengan nominal besar dan akan terus bertambah setiap bulannya.

Awalnya mungkin Anda hanya berani utang Rp 200.000, namun bulan berikutnya Anda akan berani pinjam Rp 500.000 dan begitulah seterusnya.

Artikel Lain